SAN FRANCISCO, AS - Menghitung jumlah bintang di tatasurya dalam tempo 25 menit? Bukan tidak mungkin, karena Intel telah menyiapkan teknologi komputasi multi- & many-core.
Setelah prosesor multi-core,lalu prosesor heterogen yang memadukan GPU dan CPU, Intel segera merilis prosesor kategori many-core untuk berbagai kebutuhan dengan nama-kode Knights Corner.
Ini adalah arsitektur prosesor yang menanamkan sekitar 50 core dalam satu chip. Menarik, bila mengingat Intel telah memutuskan untuk segera mengimplementasikan teknologi 22nm dalam fabrikasi berbagai jenis prosesornya di masa depan.
Justin Rattner (CTO Intel), dalam keynote speechnya, juga memaparkan penggunaan komputasi multi-core many core untuk berbagai aktivitas.
Andrezj Nowak, seorang fisikawan CERN OpenLab,memaparkan tantangan mengolah lebih dari 15 petabyte data yang keluar dari mesin Large Hadron Collider. OpenLab harus menggunakan 250 ribu core prosesor Intel. “Dengan arsitektur Many Integrated Core (MIC), kami bisa menggunakan toolset yang sama dengan Xeon.Ini menarik,” puji Nowak.
Sistem berbasis multi-core pun dapat menggantikan perangkat base-station BTS lho. Demo di panggung IDF 2011 hari ke-3 itu memperlihatkan kemampuan desktop berbasis Sandy Bridge quad core untuk melakukan pemrosesan sinyal.
Sistem ini,menurut Justin, boleh disebut sebagai cloud BTS. Tidak perlu menara BTS karena perangkat itu sekadar front end bagi Radio Frequency. Ketika sinyal radio didigitalkan, jaringan optis dipindahkan ke data center, maka PC yang dilengkapi software pun dapat menjadi BTS yang andal. “Tahun depan, kami akan melakukan trial dengan China Mobile,” ungkap Justin Rattner.
Adakah manfaatnya di sisi klien? Teknologi multi-core dan graphic core ternyata dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keamanan data pada perangkat seperti ultrabook, notebook, maupun PC. Demo yang dipandu Justin Rattner dan pakar dari Intel Labs memperlihatkan sistem berbasis prosesor Intel generasi ke-2 mengakses fitur keamanan parallel cryptographic dan facial recognition dari sebuah social media.
“Apa yang kami perlihatkan hari ini hanyalah segores permukaan dari apa yang dapat dilakukan dengan many-core dan extreme scale computing di masa depan,” ujar Justin Rattner. Artinya, masih banyak kemungkinan melakukan berbagai hal dengan platform MIC. Nah, masih ingin menghitung bintang?